Berjalan-jalan di Kota Semarang kini tidak lagi mengenai makanan khas maupun kota lamanya yang artistik dan legendaris. Kamu juga bisa mengunjungi tempat ibadah dengan desain bangunan yang unik dan cantik yang bisa dijadikan sebagai objek foto yang menarik.

Baca Juga: Nikmati Bali Dengan Gaya Rock & Roll

Tiga pilihan tempat wisata religius ini terletak tidak jauh dari Hotel Dafam. Hotel yang berada di Jl. Imam Bonjol No. 188 ini merupakan penginapan di Semarang dengan lokasi yang strategis. Dengan kelas hotel di bintang tiga, kamu akan merasakan pelayanan prima laiknya hotel bintang lima. Sehingga kamu tidak perlu mengeluarkan budget besar untuk dapat menikmati kenyamanan dan fasilitas lengkap yang kamu butuhkan selama menginap dan berwisata di Semarang.

Dengan jarak hanya 7 menit berkendara dari Bandara Ahmad Yani, kamu bisa segera beristirahat untuk mengembalikan kesegaran tubuhmu di hotel ini. Dengan pelayanan spa dari tangan terampil terapis dan bersantai di Charlotte Restaurant dengan menikmati makanan yang otentik dan lezat mampu membuatmu kembali segar dan siap untuk mengunjungi tempat wisata religious yang ikonik di kota ini.

Tempat-tempat itu adalah:

Gereja Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Randusari

Nama tempat ibadah ini cukup panjang. Namun biasa juga disebut dengan nama Gereja Katedral Semarang. Bangunan tua ini dahulunya adalah kantor dinas kesehatan Belanda. Kemudian di tahun 1927, pengurus gereja membeli tempat ini dan menjadikannya rumah ibadah dan dipugar di tahun 1937.

Gereja ini hanya berjarak kurang lebih 600 meter dari Hotel Dafam. Kamu akan dimanjakan dengan eksterior khas Eropa dari gereja ini yang terlihat dari desain jendela dan atapnya yang berwarna merah. Batu-batu hitam dan diberi garis putih menghiasi setengah dinding yang menguatkan kesan klasik bangunan era tahun 30an.

Interior bagian dalam memiliki langit-langit tinggi yang membuat suasana di dalam tidak terasa panas. Pondasi batu menjadi dasar bangunan gereja ini dengan ruang yang besar dan dan bebas tiang kolom di ruangan jemaat. Atap lengkung yang khas dengan bagian depan gereja menghadap barat membuat gereja ini menjadi semakin unik.

Klenteng Sam Po Kong Gedong Batu

Tempat ibadah dengan ciri khas warna merah ini berada di daerah Simongan sebelah barat daya Kota Semarang. Klenteng ini juga dikenal dengan nama Gedong Batu yang merupakan asal muasal tempat ini yaitu goa batu besar. Kata gedong batu sendiri berasal dari kata kedong batu yang berarti tumpukan batu yang digunakan untuk membendung aliran air sungai.

Uniknya goa batu yang ada di kompleks klenteng ini memiliki mata air yang tidak pernah kering dan dipercaya pernah menjadi tempat tinggal Laksamana Ceng Ho, seorang laksamana Tiongkok yang beragama Islam. Area klenteng digunakan sebagai tempat ibadah, pemujaan, bersembahyang bahkan tempat ziarah bagi umat Kong Hu Cu.

Goa batu menjadi bangunan inti dari klenteng ini. Goa ini dikelilingi oleh satu klenteng besar dan dua klenteng kecil yang merupakan tempat penghormatan bagi juru mudi dan juru jangkar Laksamana Ceng Ho. Kamu bisa menikmati kemeriahan perayaan dan festival yang biasa diadakan di klenteng ini seperti perayaan datangnya Laksamana Ceng Ho atau perayaan Hari Raya Imlek yang selalu dimeriahkan dengan barongsai.

Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid ini menjadi ikon baru bagi Kota Semarang. Kemegahan dan keindahan arsitekturnya merupakan perpaduan yang harmonis antara budaya Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama menggunakan arsitektur Jawa berupa atap limasan yang khas dengan kubah besar di puncaknya.

Baca Juga: Yuk, Ajak Si Kecil Berlibur Ke Bandung!

Dengan empat menara di setiap sudut dengan ketinggian mencapai 62 meter menjadikan masjid nampak indah dan megah. Sebuah menara berdiri terpisah dengan tinggi 99 meter sesuai jumlah asmaul husna. Keindahan lain dari masjid ini nampak dari sentuhan Romawi pada 25 pilar yang berada di pelatarannya. Pilar-pilar ini mengingatkan pada koloseum di Athena namun diberi sentuhan kaligrafi sekaligus menyimbolkan jumlah Nabi dan Rasul.

Gerbang masjid diberi sentuhan kaligrafi Arab Melayu yang berbunyi Sucining Guno Gapuraning Gusti. Pada serambi masjid, dilengkapi enam buah payung raksasa yang khas seperti halnya payung di pelataran Masjid Nabawi Madinah.

Wisata di Kota Semarang bisa lebih berkesan dan penuh makna jika kita mau membuka diri untuk lebih mengenal kota yang terkenal dengan lumpia dan bandeng prestonya. Have a fun holiday!

Kunjungi Link Artikel Terkait:

Tempat Wisata Ciamis

Tempat Wisata Cianjur

Tempat Wisata Cirebon

Tempat Wisata Garut

Tempat Wisata Indramayu